JAVASATU.COM- Penyembelihan hewan kurban yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun, Kabupaten Gresik, tak sekadar menjadi agenda ibadah tahunan Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat soliditas organisasi dan kebersamaan antar pengurus NU di tingkat kecamatan hingga ranting.

Sebanyak tiga ekor sapi dan tujuh kambing disembelih dalam kegiatan kurban yang dipusatkan di Kantor MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung, Kamis (28/05/2026). Kegiatan itu melibatkan pengurus MWCNU, ranting NU, badan otonom (Banom), hingga lembaga-lembaga NU di Kecamatan Dukun.
Ketua Panitia Kurban MWCNU Dukun 2026, Moh Syafi’ SAg, mengatakan tradisi kurban bersama menjadi momentum penting untuk membangun kekompakan dan semangat gotong royong di lingkungan Nahdliyin.
“Alhamdulillah kegiatan tahunan ini bisa dilaksanakan dengan penuh khidmat dan istiqamah. Tentunya kegiatan ini membutuhkan perjuangan luar biasa untuk mengajak patungan urunan sapi demi melestarikan program MWCNU dengan tujuan berbagi kebaikan serta syiar Islam,” ujar Syafi’, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, program kurban bersama tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kepada masyarakat, tetapi juga menjadi media konsolidasi organisasi antar pengurus dan kader NU.
“Mengucapkan ribuan terima kasih atas kerja sama dan kekompakan seluruh panitia kurban MWCNU Dukun sehingga harapan dan tujuan kurban ini sesuai cita-cita kita bersama,” katanya.
Ia berharap kegiatan kurban bersama tersebut terus berkembang dan semakin memperkuat sinergi antar ranting, Banom, dan lembaga NU di Kecamatan Dukun.
“Tujuannya memperluas manfaat dan menghidupkan kembali nilai gotong royong karena program ini menjadi ajang kerja bersama antar ranting, Banom, dan lembaga NU Dukun. Mugi saget manfaati lan betoh keberkahan, amin,” imbuhnya.
Kegiatan kurban diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan doa bersama yang dipimpin Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun KH Moh Sholeh MAg dan Rois Syuriah MWCNU Dukun Dr KH Ahmad Thoyyib Mas’udi.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan warga yang membutuhkan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Zayadi KR. (arf)