JAVASATU.COM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 13 Malang terus memperkuat dukungannya terhadap sektor pertanian melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan usaha. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut terlihat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang kini berkembang menjadi sentra pertanian modern berbasis hortikultura sekaligus destinasi agrowisata.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah desa, dan BRI, Desa Genengan berhasil mengembangkan budidaya melon premium dan sayuran hidroponik yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberhasilan tersebut turut membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Regional Micro Business Head BRI Region 13 Malang, Tito Witarnawan, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembiayaan BRI karena memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“BRI berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha di sektor pertanian agar berkembang secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan agar usaha yang dijalankan semakin produktif dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujar Tito Witarnawan.
Desa Genengan saat ini dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian modern di Kabupaten Malang. Warga bersama BUMDes mengembangkan budidaya melon premium varietas Golden Inthanon dan Golden Alisha menggunakan teknologi pertanian modern melalui sistem greenhouse maupun open field.
Selain menghasilkan buah berkualitas tinggi, kawasan perkebunan melon tersebut juga dikembangkan menjadi agrowisata yang menarik minat pengunjung. Wisatawan dapat menikmati pengalaman memetik buah langsung dari kebun sekaligus belajar mengenai sistem budidaya modern yang diterapkan petani setempat.
“Potensi pertanian modern yang berkembang di Desa Genengan menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan mampu menciptakan nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat,” kata Tito.
Tak hanya mengembangkan melon premium, masyarakat Desa Genengan juga membudidayakan berbagai jenis selada, mulai dari selada hijau, selada merah keriting hingga selada romaine. Sebagian besar budidaya dilakukan dengan sistem hidroponik yang memanfaatkan lahan pekarangan secara lebih produktif dan efisien.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor produktif, penyaluran KUR BRI Region 13 Malang hingga Maret 2026 tercatat didominasi sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp1,6 triliun. Capaian tersebut menunjukkan komitmen BRI dalam mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami optimistis dukungan pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan akan membantu pelaku usaha pertanian meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkas Tito.
Kepala Desa Genengan, Zaenal Arifin, mengapresiasi dukungan BRI yang dinilai telah membantu petani dan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha pertanian modern.
“Dukungan BRI sangat membantu masyarakat Desa Genengan, khususnya para petani dan pelaku UMKM. Dengan akses permodalan yang mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat semakin percaya diri mengembangkan usaha pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi,” ujar Zaenal.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara pemerintah desa dan BRI telah membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar produk pertanian lokal.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian desa,” tambahnya.
Salah satu penerima manfaat KUR BRI, Windarining Astutik, mengaku pembiayaan yang diterimanya sangat membantu pengembangan usaha budidaya selada hidroponik yang dikelolanya. Ia memperoleh fasilitas KUR sebesar Rp100 juta yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Proses pengajuan KUR di BRI sangat mudah dan pendampingannya sangat baik. Saya tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga arahan yang membantu usaha saya berkembang lebih baik,” kata Windarining.
Ia menilai pendampingan yang diberikan petugas BRI turut berperan dalam memperkuat manajemen usaha sehingga hasil produksi dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Dengan potensi pertanian modern yang terus berkembang, Desa Genengan kini menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi sektor pertanian berbasis teknologi yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengembangan agrowisata di Kabupaten Malang. (saf)