JAVASATU.COM- Kota Batu, Jawa Timur, kini semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pesona alam yang menakjubkan berpadu dengan udara yang sejuk dan suasana yang aman membuat para pelancong betah menghabiskan waktu liburan di kota berjuluk De Kleine Zwitserland ini.

Tren peningkatan kunjungan turis asing ini dirasakan langsung oleh Agus Reno, pengelola wisata Petik Strawberry Bon Kopi Junggo yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Ia mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung mengalami tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
“Entah itu dampak dari wisata baru yang ada disini atau faktor lainnya, tetapi yang jelas kunjungan wisatawan mancanegara kesini jumlahnya cukup besar, mereka rata-rata datang dari Singapura dan Malaysia,” ungkap Agus, Minggu (14/6/2026).
Para wisatawan asal negara tetangga tersebut tidak hanya sekadar menikmati keindahan panorama pegunungan. Mereka sangat antusias mengikuti wisata edukasi, seperti mempelajari teknik budidaya tanaman dan memetik buah langsung dari kebun. Pengalaman ini memberikan kepuasan tersendiri bagi para pengunjung.
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, Agus tidak berjalan sendiri. Ia membangun kolaborasi yang erat dengan pengelola destinasi petik apel dan petik jeruk di sekitarnya. Strategi ini terbukti ampuh mengakomodasi berbagai kebutuhan wisatawan, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman agrowisata yang komprehensif.
“Kami tidak sendiri, tapi kerjasama dikedepankan dengan pengelola petik apel dan petik jeruk. Pelayanan yang diutamakan,” jelas Agus.
Wisata petik stroberi yang tengah viral di berbagai platform media sosial ini terbukti menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian turis asing. Pada momen-momen tertentu, kebun stroberi di kawasan Junggo ini kerap kedatangan rombongan wisatawan mancanegara.
“Ini tadi ada wisatawan asing dari Singapura ada dua rombongan, dengan dua mobil beserta guide-nya. Mereka datang baru pertama kali ke Kota Batu,” tambahnya.
Agus memetakan pola kunjungan wisatawan ke kebunnya. Untuk wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Singapura, kunjungan biasanya terkonsentrasi pada bulan Juni hingga September. Sementara itu, wisatawan domestik dari berbagai penjuru Nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera ramai berdatangan pada bulan Juli dan Agustus, yang bertepatan dengan musim liburan sekolah dan pendaftaran masuk perguruan tinggi.
Jumlah kunjungan pun terbilang dinamis dan sangat baik. Pada hari tertentu, jumlah pengunjung bisa mencapai lima hingga ratusan orang per harinya.
Pesona Kota Batu yang asri meninggalkan kesan mendalam bagi para pelancong internasional. Salah satu wisatawan asal Singapura yang sedang menikmati liburan mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan dan kesejukan alam Kota Batu. Ia bahkan terkesan dengan kesegaran air pegunungan yang mengalir di kawasan tersebut.
“Airnya dingin sekali seperti es ketika membuka kran air untuk cuci tangan,” ujarnya dengan antusias.
Selama menikmati liburan yang berkesan ini, wisatawan asal Negeri Singa tersebut berencana untuk menghabiskan waktu selama satu minggu penuh menjelajahi keindahan Kota Batu dan Malang Raya. (yon/nuh)