JAVASATU.COM- Kekeringan mulai berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Debit sumber air warga menyusut dan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin terbatas.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari jajaran Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kecamatan Balongpanggang. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, mereka turut mengawal penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
“Untuk desa yang membutuhkan air bersih, kami mengimbau agar segera berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya pihak Kecamatan Balongpanggang dan BPBD Kabupaten Gresik. Dengan begitu, kebutuhan air masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dan masyarakat tidak sampai mengalami kekurangan air,” ujar staf Trantib Kecamatan Balongpanggang, Ashar Fanani, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Desa Tenggor, Dohoagung, Ganggang dan Desa Wahas. Di wilayah tersebut, warga mulai menghadapi keterbatasan sumber air seiring berlangsungnya musim kemarau.
Fanani turut membantu mengawal proses pendistribusian air bersih dan memastikan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan serta BPBD berjalan di lapangan. Upaya tersebut dilakukan agar bantuan dapat segera diterima warga yang membutuhkan.
Menurut Fanani, laporan dari pemerintah desa menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kebutuhan air bersih. Informasi mengenai kondisi sumber air di masing-masing wilayah diperlukan agar bantuan dapat segera dikoordinasikan.
“Kecepatan laporan dari pihak desa sangat membantu dalam penanganan kebutuhan air bersih. Karena itu, desa yang mulai mengalami kekurangan air diharapkan segera menyampaikan kondisi di wilayahnya,” katanya.
Pihak Kecamatan Balongpanggang juga mendorong kepala desa dan perangkat desa untuk terus memantau kondisi sumber air di wilayah masing-masing. Jika debit air semakin berkurang dan kebutuhan warga mulai tidak terpenuhi, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
Penanganan kekeringan tersebut dilakukan melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan BPBD Kabupaten Gresik. Selain memastikan distribusi air berjalan, koordinasi juga diperlukan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan selama musim kemarau.
Bagi jajaran Trantib Kecamatan Balongpanggang, keterlibatan dalam penyaluran air bersih menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban umum, aparatur di tingkat kecamatan juga turut mendukung penanganan persoalan yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga.
Penyaluran air bersih akan terus dikoordinasikan selama wilayah Balongpanggang masih menghadapi dampak kekeringan. Masyarakat maupun pemerintah desa dapat menyampaikan kondisi kebutuhan air kepada pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait. (bas/arf)