JAVASATU.COM- Polres Malang menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk memperkuat keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Malang. Kolaborasi itu dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT Lalu Lintas dengan melibatkan sekitar 50 pengemudi ojol dari berbagai aplikator.

Selain memperkuat sinergi keselamatan di jalan, kegiatan tersebut diisi bakti kesehatan bagi pengemudi ojol, doa bersama dan syukuran dengan sekitar 35 anak yatim atau penghuni panti, serta pembagian sembako kepada pengemudi ojol.
Kepala Satlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, komunitas ojol memiliki peran penting dalam mendukung pemantauan situasi lalu lintas. Sebab, aktivitas mereka sehari-hari banyak dilakukan di jalan dan tersebar di berbagai wilayah.
“Hal ini dilakukan untuk mempererat sinergitas antara Polri, khususnya Satlantas, dengan rekan-rekan ojol,” ujar Alif, Kamis (17/9/2026).
Menurut Alif, komunikasi antara Satlantas Polres Malang dan pengemudi ojol selama ini telah berjalan erat. Para pengemudi kerap menyampaikan informasi mengenai kondisi lalu lintas, termasuk titik kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
“Sejauh ini sinergi kami Satlantas dengan teman-teman ojol, khususnya di Kabupaten Malang ini sangat erat, bisa dikatakan mesra. Karena kami selalu komunikasi dengan rekan-rekan kaitannya dengan kegiatan yang di jalan, baik itu adanya titik kemacetan maupun adanya informasi laka,” jelasnya.
Informasi dari para pengemudi ojol dinilai membantu kepolisian memperoleh gambaran kondisi lalu lintas secara lebih cepat. Para pengemudi yang berada di jalan juga dapat menyampaikan informasi terbaru mengenai situasi yang mereka temui selama beraktivitas.
“Teman-teman kan kerjanya di jalan, sehingga apabila ada informasi-informasi kaitannya di jalan, rekan-rekan selalu komunikasi dengan kami Satlantas untuk memberikan informasi-informasi yang paling up-to-date,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojol juga mendapat layanan bakti kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh, tekanan darah hingga pemberian vitamin.
“Yang pertama, kegiatan bakti kesehatan. Teman-teman dari ojol melaksanakan kegiatan bakti kesehatan, di antaranya memeriksakan suhu, kemudian tensi, dan pemberian vitamin,” ujar Alif.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan syukuran bersama sekitar 35 anak yatim atau penghuni panti. Satlantas Polres Malang kemudian membagikan sembako sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial kepada pengemudi ojol.
Alif menegaskan, upaya menciptakan keamanan dan keselamatan lalu lintas tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Karena itu, masyarakat dan komunitas yang banyak beraktivitas di jalan diharapkan ikut mengambil peran.
“Kami dari Satlantas Polres Malang khususnya berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas. Tentunya kami anggota Satlantas Polres Malang tidak bisa mewujudkan kamseltibcarlantas itu sendiri,” ungkapnya.
Polres Malang berharap sinergi dengan komunitas ojol dan elemen masyarakat lainnya dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Malang.
“Kami mengajak rekan-rekan mulai dari ojol dan lain sebagainya untuk sama-sama bersama dengan Satlantas mewujudkan kamseltibcarlantas, supaya Kabupaten Malang ini lebih aman dan lebih kondusif,” kata Alif.
Ketua Umum PDOI Jawa Timur Puji Waluyo mengatakan, komunitas ojol juga memiliki peran dalam mengingatkan sesama pengemudi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Menurutnya, aktivitas pengemudi ojol yang sebagian besar berada di jalan membuat edukasi keselamatan perlu terus dilakukan di lingkungan komunitas.
“Karena memang ojol ini kan rentan masalah kecelakaan atau apa. Nah, jadi kita ini sebagai perpanjangan tangan untuk sosialisasi terhadap teman-teman, untuk saling mengingatkan di tempat ngetem, di jalan, atau di mana pun kita bertemu teman-teman ojol, kita ingatkan untuk tetap tertib lalu lintas,” kata Puji. (agb/arf)