JAVASATU.COM- Ayah korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Pdt. Anton Wamang, S.Th., M.A., menarik pernyataannya terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kematian putrinya, Nalince Wamang. Ia menegaskan, hingga kini pelaku penembakan masih dalam proses penyelidikan aparat gabungan.

Klarifikasi itu disampaikan Pdt. Anton Wamang melalui rekaman video yang disebarkan kepada awak media di Timika, Sabtu (16/5/2026). Dalam pernyataannya, ia mengaku sebelumnya berbicara dalam kondisi emosional akibat kehilangan putri tercintanya.
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media beberapa hari lalu,” ujar Pdt. Anton Wamang, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi javasatu.com dari Puspen TNI pada Minggu (17/5/2026).
Ia mengatakan, setelah menerima penjelasan terkait kronologi kejadian dan mengetahui proses penyelidikan masih berlangsung, dirinya menyadari bahwa pelaku penembakan belum dapat dipastikan.
“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Pdt. Anton Wamang juga meminta maaf atas pernyataan sebelumnya yang sempat menyebut adanya keterlibatan oknum TNI. Ia menegaskan, keluarga kini menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Sehingga saya menarik kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.
Meski demikian, pihak keluarga tetap berharap kasus penembakan yang menewaskan Nalince Wamang dapat diusut tuntas secara adil dan transparan. Keluarga meminta pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” ucapnya.
Kasus penembakan di Camp Wini MP.69 Tembagapura sendiri masih dalam pendalaman aparat TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya. Aparat disebut terus mengumpulkan fakta untuk mengungkap pelaku di balik insiden yang menewaskan Nalince Wamang tersebut.
Klarifikasi dari pihak keluarga menjadi sorotan di tengah perhatian publik terhadap situasi keamanan di Papua. Masyarakat pun diimbau tetap menjaga kondusivitas dan memberi ruang bagi aparat untuk bekerja secara profesional serta transparan dalam mengusut kasus tersebut. (saf)