email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 8 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jamasan Keris, Tradisi Warisan Leluhur yang Masih Hidup di Gresik

by Sudasir Al Ayyubi
30 Juni 2025

JAVASATU.COM- Tradisi jamasan keris atau ritual pembersihan pusaka masih dijaga sebagian warga Gresik, terutama saat memasuki bulan Suro dalam kalender Jawa. Salah satunya dilakukan oleh Masngabehi Eko Sugianto Karyo Prasetyo, warga Desa Indro, Kecamatan Kebomas, Gresik.

(Foto: Ist)

Ritual jamasan tahun ini digelar Minggu (29/6/2025), sehari sebelum 1 Suro. Masngabehi Eko, yang juga dikenal sebagai MC berbahasa Jawa, memilih tanggal tersebut karena banyak warga Gresik bertolak ke Solo untuk mengikuti ritual serupa.

“Kami pilih hari ini yang bertepatan dengan weton Tulang Wangi, Senin Pon. Harapannya yang hadir mendapat keselamatan,” ujar Eko.

Menurut dia, jamasan bukan sekadar membersihkan keris, tapi diyakini sebagai bentuk menjaga keharmonisan batin pemilik pusaka.

Prosesnya pun tidak bisa sembarangan. Persiapan dimulai dengan menyiapkan sesaji seperti air degan hijau, bunga setaman, jeruk pecel, buah mengkudu, minyak cendana, hingga air dari sumber alami.

“Air dan unsur lainnya harus disatukan terlebih dulu agar energinya menyatu saat digunakan,” jelasnya.

Usai doa bersama, keris direndam semalam. Keesokan harinya, bilah keris dibersihkan perlahan, dikeringkan tanpa terkena matahari langsung, lalu diasapi dupa dan dilumuri warangan. Proses terakhir adalah pengasapan ulang dan pemasangan busana keris.

BacaJuga :

Pelaku Pembacokan di Gresik Ditangkap di Malang Usai Kabur

ASN Gresik Dimudahkan Nabung Haji

“Pamor keris bisa memengaruhi empunya. Biasanya wajah pemilik jadi lebih berseri,” ungkap Eko.

Masngabehi Eko Sugianto Karyo Prasetyo. (Foto: Ist)

Koleksi keris milik Eko berasal dari berbagai masa, mulai era Mataram hingga Majapahit. Ia menjelaskan bahwa keris yang dirawat dan dijamasi layak disebut pusaka. Sebaliknya, keris yang tidak dirawat hanya dianggap benda biasa.

“Pusaka bukan hanya logam, tapi warisan doa dan nilai. Jamasan ini jadi pengingat untuk terus menghormati leluhur,” pungkasnya. (Bas/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Keris

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Begini Kronologi Kericuhan di Pantai Wedi Awu Malang

Gudang Rokok Ilegal di Cerme Gresik Digerebek, 5,87 Juta Batang Disita

Kompensasi Dampak TPA Kota Kediri 2026 Naik, Penerima Bertambah Jadi 3.315 KK

ASPEKSINDO Bawa Aspirasi Pesisir ke Istana, Bahas Ketimpangan Infrastruktur Daerah Kepulauan

Di Kebun Raya Bogor, Rumah Sakinah Muhammadiyah Pulihkan Mental Binaan

Karantina Hafalan Al-Qur’an Santri MTs Refah Islami di Sejuknya Pacet

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

OPINI: Perubahan Manajemen Kantor di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Setelah 20 Tahun Menunggu, Komisi C Kawal Persiapan Akhir Betonisasi Jalan Pasar Gadang

OPINI: Desentralisasi Fiskal, Kunci Kemandirian atau Ketimpangan?

Prev Next

POPULER HARI INI

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

“Mlebu Metu” Ajak Warga Kota Malang Berkaca Lewat Seni pada 8 Mei 2026

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

BERITA LAINNYA

Begini Kronologi Kericuhan di Pantai Wedi Awu Malang

Gudang Rokok Ilegal di Cerme Gresik Digerebek, 5,87 Juta Batang Disita

Kompensasi Dampak TPA Kota Kediri 2026 Naik, Penerima Bertambah Jadi 3.315 KK

ASPEKSINDO Bawa Aspirasi Pesisir ke Istana, Bahas Ketimpangan Infrastruktur Daerah Kepulauan

Di Kebun Raya Bogor, Rumah Sakinah Muhammadiyah Pulihkan Mental Binaan

Karantina Hafalan Al-Qur’an Santri MTs Refah Islami di Sejuknya Pacet

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

OPINI: Perubahan Manajemen Kantor di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Setelah 20 Tahun Menunggu, Komisi C Kawal Persiapan Akhir Betonisasi Jalan Pasar Gadang

OPINI: Desentralisasi Fiskal, Kunci Kemandirian atau Ketimpangan?

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved