email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Arkeolog Sebut Situs Kendalisodo Magetan Dulu Sebagai Tempat Pemujaan

by Javasatu
1 Februari 2021

Javasatu,Magetan- Temuan situs purbakala Kendalisodo di Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur, salah satu Arkeolog, Dwi Cahyono menyebut, pada zaman dahulu dipergunakan untuk tempat pamujan (pemujaan) atau tempat ibadah kaum Hindu Budha, masa Majapahit akhir. Antara tahun 1400 – 1500 sekitar abad 14 hingga 15 Masehi.

“Ciri khas dibangun pada seputaran gunung menghadap puncak yang diangap suci. Selain itu ditandai dengan tangga berundak ditengah dan pada kanan dan kiri tangga berteras” kata Cahyonoi kepada Nusadaily.com group Javasatu.com melalui sambungan telepon. Senin (1/2/2021).

Warga Magetan menemukan Situs Kendalisodo Magetan. (Foto: Nusadaily.com)

Menurut Cahyono, candi gunung atau punden tersebut untuk digunakan sebagai tempat pamujan terhadap roh-roh dan para dewa, pada zaman Hindu Budha atau pada zaman Majapahit akhir. Karena pada Umpak ditemukan ukiran atau goresan goresan.

BacaJuga :

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

“Berbeda jika peninggalan pra sejarah, umpak umpak polos belum berukir. Jadi saya pastikan peninggalan purbakala tersebut pada zaman Hindu Budha di Majapahit akhir” jelas Dwi Cahyono.

Ia menjelaskan, ciri lain, candi gunung atau punden berundak biasanya akan dibangun dibawah gunung yang diangap suci. Altar menghadap ke puncak gunung. Kanan kiri bangunan ada teras disamping tangga berundak. Dan pada atasnya akan dijumpai sebanyak delapan buah umpak.
“Yang jelas situs purbakala tersebut dahulu dipergunakan sebagai tempat pamujan kepada roh-roh yang diangap suci dan menjadi dewa yang bersemayam pada puncak gunung. Dan terjadi pada era Majapahit akhir” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya secara eksternal kasat mata dijumpai arca-arca. Seperti Ganesa patung patung seputran menuju punden berundak, secara internalnya menuju situs Kendalisodo Magetan.

Berita Lainnya:
  • Terpidana Kasus Korupsi GIC Kota Probolinggo Bayarkan Uang Pengganti ke Kejari – Nusadaily.com
  • Benarkah Ada Lingkaran Jokowi Ingin Ambil Paksa Partai Demokrat? – Nusadaily.com
  • Hujan Lebat, Ratusan Rumah di Desa Sidodadi Banyuwangi Kebanjiran – Nusadaily.com
  • AHY: Kongres Luar Biasa akan Jadi Ajang Kudeta di PD – Nusadaily.com
  • Daftar Lengkap Pemenang TikTok Indonesia Awards 2020 – Nusadaily.com

Dwi juga menduga masih banyak material punden berundak yang tertimbun tanah, karena pada temuan kemarin terlihat dari foto foto yang disampaikan kepada pihaknya hanya beberapa, seperti umpak dan perangkat dalam punden berupa lumpang.

“Untuk lebih detilnya, Dinas Kebudayaan Magetan segera melaporkan temuan warga tersebut, agar bisa diteliti dan dikaji secara lengkap, temuan tersebut” pungkasnya. (ND/JS)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Penemuan Situs MagetanSitus Kendalisodo Magetan

Comments 3

  1. Ping-balik: Arkeolog Temukan Pecahan Keramik Masa Dinasti Qing di Maluku Tenggara - Imperium Daily
  2. Ping-balik: Arkeolog Temukan Pecahan Keramik Masa Dinasti Qing di Maluku Tenggara - Nusa Daily
  3. Ping-balik: Arkeolog Temukan Pecahan Keramik Masa Dinasti Qing di Maluku Tenggara - Beritaloka

BERITA TERBARU

TNI dan Warga Kompak Hijaukan Pesisir Mimika

Gabriëlle Suarakan Kritik Sosial Lewat EP Metal Animals

UMKM Sekam Padi Binaan Polres Gresik Mendunia, Diapresiasi Kapolri

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

Prev Next

POPULER HARI INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

Keluarga Purnawirawan TNI di Malang Mengadu ke DPRD soal Rencana Penertiban Rumah

BERITA LAINNYA

TNI dan Warga Kompak Hijaukan Pesisir Mimika

Gabriëlle Suarakan Kritik Sosial Lewat EP Metal Animals

UMKM Sekam Padi Binaan Polres Gresik Mendunia, Diapresiasi Kapolri

Pemkab Malang Kumpulkan Seluruh OPD Usai Polemik Surat

Sekda Kabupaten Malang Tekankan Good Governance dan Tertib Administrasi

Rp343 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Wisata Malang Selatan

100 Bidang Tanah Hambat Proyek Jalan Malang Selatan

Proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Akhir 2026

Libur Panjang, Wisatawan Diminta Hindari Jalur Gondanglegi-Bantur

Leo A Permana Dilantik Jadi Ketua IKADIN Jatim, Fokus Bela Kaum Marginal

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Wayang Kulit di Trowulan Mojokerto, Kosgoro 57 Gaungkan Persatuan

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved