email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 21 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dungo Dinungo

[Esai]

by Javasatu
15 September 2023
(Foto: Istimewa)

Dungo Dinungo

Oleh: Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES – Lelaku Sanggar Among Jitun

Salah satu kebiasaan sederhana yang dilakukan di Sanggar Budaya Among Jitun adalah Dungo Dinungo. Yang artinya adalah saling mendoakan (kebaikan, kemulian & keluhuran) bagi siapapun juga. Baik kepada orang-orang yang telah berbuat baik, maupun kepada orang-orang yang telah berbuat ketidak-baikan. Jadi, hukumnya bukan salah dan benar. Tetapi baik dan tidak baik. Kepada semuanya, tetap didoakan agar mendapatkan kebaikan, kemuliaan dan keluhuran. Karena memang sejatinya tidak ada satupun peristiwa/ kejadian apapun di alam semesta ini, yang bisa terjadi tanpa Kuasa & izin dari Tuhan Yang Maha Esa. Baik atau tidak baik, sumbernya pasti berasal dari Kuasa & Izin Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Esa).

Dengan pemahaman Dungo Dinungo, maka sebenarnya kita sudah mampu melampaui sikap memaafkan orang lain, yang sekaligus juga mampu memaafkan diri sendiri. Memaafkan orang lain itu mudah, yang lebih sulit itu adalah memaafkan diri sendiri. Orang bisa berkata bahwa dirinya sudah memaafkan orang lain. Tetapi jika masih menyimpan dendam dan kebencian di dalam hatinya, maka sebenarnya dirinya belum mampu untuk memaafkan diri sendiri. Meskipun dirinya sudah memaafkan orang lain, tetapi jika tidak mampu memaafkan dirinya sendiri, maka pasti menjadi sulit untuk melakukan Ajaran Dungo Dinungo. Sulit untuk mau mendoakan kebaikan, kemuliaan dan keluhuran bagi orang lain. Itulah kenapa ketika seseorang mampu menerapkan Ajaran Dungo Dinungo, pasti lebih mudah mendapatkan pencerahan dan kebijaksanaan.

Siapa yang tidak pernah berbuat salah? setiap manusia hidup, pasti pernah melakukan kesalahan. Siapa yang hidupnya selalu benar? tidak ada. Hal yang sangat wajar, jika seseorang lebih mudah melihat dan mengkoreksi kesalahan orang lain. Serta lebih sulit untuk melihat dan mengkoreksi kesalahan diri sendiri. Begitu juga sebaliknya, lebih mudah merasa dirinya sendiri benar, daripada berani mengakui kebenaran yang ada pada diri orang lain. Itulah kenapa Tradisi Dungo Dinungo menjadi sebuah wahana peleburan untuk lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain, sekaligus mengapresiasi kebenaran yang ada pada diri orang lain. Serta sekaligus berani mengakui kesalahan dan melakukan koreksi kepada diri sendiri. Berkontemplasi. Mengasah Olah Rasa dan Olah Bathin, sekaligus menggosok Olah Jiwa. Melebur dalam Tradisi Dungo Dinungo.

Pada ranah kepemimpinan, Tradisi Dungo Dinungo dilakukan untuk saling mendoakan antara pemimpin dan rakyat yang dipimpinnya, ketika hendak Lengser Keprabon. Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa setiap kepemimpinan pasti ada awal dan ada akhirnya. Hukum alam. Pergantian. Maka, dengan mentradisikan Dungo Dinungo pada ranah kepemimpinan, kita hendak membangun budaya luhur perihal kesantunan sosial dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengerti dan memahami, bahwa setiap kepemimpinan pasti ada hal-hal baik dan sekaligus hal-hal tidak baik. Hal-hal yang baik harus diapresiasi, sedangkan hal-hal yang tidak baik harus diperbaiki bersama-sama. Tidak ada tradisi saling menyalahkan. Tidak ada tradisi saling menyimpan dendam dan kebencian. Yang ada adalah Tradisi Dungo Dinungo, yaitu Tradisi Saling Mendoakan untuk Kebaikan, Kemuliaan dan Keluhuran bagi semuanya.

Dengan demikian, kita semuanya mampu memaknai bahwa kepemimpinan bukan hanya soal perebutan kekuasaan atau pergantian kekuasaan belaka. Tetapi di dalam kepemimpinan ada dimensi etika, kemuliaan, keluhuran dan ajaran yang agung berdimensi Ketuhanan Yang Maha Esa. Kepemimpinan bukan perihal menang-menangan atau siapa yang dikalahkan dan siapa yang memenangkan. Maka, setiap pergantian kepemimpinan bisa dilakukan dengan cara-cara yang penuh kebaikan, kemuliaan, keluhuran dan keagungan yang sakral. Inilah yang dinamakan dengan Tradisi Lengser Keprabon.

Oleh karena itu, Lengser Keprabon juga bisa dimaknai ketika Pemimpin dan rakyat mampu bersatu dalam Tradisi Dungo Dinungo. Saling mendoakan. Melampui saling memaafkan, yang menuju puncak pencerahan keagungan kesadaran atas Kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa seorang pemimpin, bisa terpilih menjadi seorang pemimpin karena dipilih oleh rakyatnya, serta atas Restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka, ketika seorang pemimpin sudah menyelesaikan masa dharma bhaktinya, apapun proses dan hasil yang sudah dilaluinya, haruslah mendapatkan apresiasi dari rakyat yang telah memilihnya. Bahwa setiap pemimpin pastilah ada kekurangan dan kelebihan, itu adalah kewajaran Hukum Alam (Manusiawi). Bukankah kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa?.

Secara De Yure, jabatan Wali kota dan Wakil Wali kota Malang akan berakhir pada tanggal 24 September 2023. Namun dalam hitungan Hari Among Jitun, Tradisi Dungo Dinungo sebaiknya dilakukan pada Hari Jumat tanggal 22 September 2023, pukul 14.00 – 16.00 WIB. Maka, disatukanlah inisiatif bersama untuk mendatangi Balaikota Malang pada hari Jumat tanggal 22 September 2023, pukul 14.00 WIB, untuk langsung bersilaturahmi dan Dungo Dinungo bersama Wali kota dan Wakil Wali kota Malang. Mentradisikan Lengser Keprabon di Balai kota Malang. Mentradisikan rakyat menjemput pemimpinnya (Wali kota & Wakil Wali kota Malang) untuk Dungo Dinungo dan Lengser Keprabon. Membawa niat baik, saling memaafkan, menanamkan keluhuran, menyebarkan kemuliaan dan Dungo Dinungo. Alangkah bergetarnya hati dan jiwa ini, ketika kita menyaksikan Para Pemimpin dan Rakyatnya saling bersatu, saling memaafkan, saling mendoakan, saling mengapresiasi dan saling berterima kasih. Tidak ada yang menyimpan dendam, tidak ada yang menyebarkan kebencian. Semuanya larut dalam keluhuran, kemuliaan dan keagungan kesadaran: Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Semuanya berasal dari satu sumber: Tuhan Yang Maha Esa.

BacaJuga :

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

OPINI REDAKSI: Ketegasan Umar bin Khattab dan Pembebasan Martabat Manusia (Sesi 4 – Selesai)

Siapa saja yang boleh ikut hadir dalam Tradisi Dungo Dinungo pada hari Jumat tanggal 22 September 2023, pukul 14.00 WIB di Balai kota Malang? Siapa pun boleh ikut hadir langsung, tanpa syarat apapun.

Mari, kita hadir langsung di Balaikota Malang pada hari Jumat tanggal 22 September 2023, pukul 14.00 WIB. Mentradisikan Dungo Dinungo dan Lengser Keprabon di Kota Malang. Kota Malang Luhur, Kota Malang Mulia, Kota Malang Agung. Guyub rukun, damai, aman, tentram dan sejahtera. Saling menghormati, saling mengapresiasi dan saling mendoakan. Begitu indahnya…(*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Sam WES

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pembangunan Sekolah Rakyat Sidayu Gresik Capai 55 Persen

Harkitnas 2026, Polres Malang Fasilitasi SIM D Gratis untuk Disabilitas

Polisi Tangkap Pembobol Rumah saat Tarawih di Gondanglegi

Gresik Gunakan AI untuk Layanan dan Kebijakan Hukum

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Pokja Bunda PAUD Gresik Dikukuhkan, Tekankan Pendidikan Karakter Anak

Kalapas Malang Ikut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Presiden Prabowo Bawa Semangat Harkitnas ke RAPBN 2027

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Prev Next

POPULER HARI INI

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

Kepala Bapenda Malang Jadi Sekda Semarang, Wali Kota Wahyu Siapkan Mutasi Kilat

Prof Ahmad Barizi Soroti Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Momentum Harkitnas

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Belajar Industri, Siswa MI Al-Karimi Tebuwung Datangi Pabrik Otsuka

BERITA LAINNYA

Pembangunan Sekolah Rakyat Sidayu Gresik Capai 55 Persen

Harkitnas 2026, Polres Malang Fasilitasi SIM D Gratis untuk Disabilitas

Polisi Tangkap Pembobol Rumah saat Tarawih di Gondanglegi

Gresik Gunakan AI untuk Layanan dan Kebijakan Hukum

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Pokja Bunda PAUD Gresik Dikukuhkan, Tekankan Pendidikan Karakter Anak

Kalapas Malang Ikut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Presiden Prabowo Bawa Semangat Harkitnas ke RAPBN 2027

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Keluarga Purnawirawan TNI di Malang Mengadu ke DPRD soal Rencana Penertiban Rumah

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved