JAVASATU.COM- Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap membagikan informasi tanpa verifikasi sebagai pemicu maraknya hoaks. Hal itu disampaikan dalam seminar literasi digital yang diikuti lebih dari 2.200 peserta dari berbagai kalangan di Wonosobo, Minggu (26/4/2026).

“Sering kali masyarakat menerima pesan dan langsung menyebarkannya tanpa disaring. Padahal informasi tersebut belum tentu benar dan bisa merugikan banyak pihak,” ujar Bupati Afif.
Bupati Afif menilai fenomena “asal share” menjadi ancaman serius di era digital, seiring derasnya arus informasi di media sosial. Ia menegaskan pentingnya transformasi perilaku masyarakat agar lebih kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi digital.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat dituntut lebih cermat dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” katanya.
Seminar literasi digital ini diinisiasi Koordinator Nasional Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), Mantep Abdul Ghoni. Awalnya kegiatan ditargetkan diikuti sekitar 1.000 peserta, namun antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta membludak hingga lebih dari 2.200 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, santri hingga ojek online.
“Antusiasme masyarakat Wonosobo sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya literasi digital mulai tumbuh,” kata Mantep.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai komunitas dan grup WhatsApp lokal sebagai upaya membangun ekosistem informasi yang sehat dan seimbang di masyarakat.
“Kita bukan anti kritik, tapi perlu keseimbangan. Informasi positif tentang pembangunan juga harus hadir agar masyarakat mendapat gambaran yang utuh,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, hadir pula jurnalis senior Hersubeno Arief sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya komunikasi publik dan literasi media di tengah maraknya disinformasi.
Afif berharap edukasi literasi digital tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diperluas hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Harapannya masyarakat semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menghadirkan informasi yang menyejukkan dan membangun optimisme,” pungkasnya. (wan/arf)