JAVASATU.COM- Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang membekali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Genap 2026 dengan penguatan aspek psikologis sebelum diterjunkan ke desa. Pembekalan dilakukan melalui Seminar Pemberdayaan Psikologis yang digelar Program Studi Psikologi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unira di Aula KH Moch Said, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa agar siap beradaptasi, berkolaborasi, dan hidup bersama masyarakat selama menjalankan program KKN di sejumlah desa mitra.
“KKN sebagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat. Intinya, mahasiswa harus belajar dari dinamika kehidupan desa melalui konsep live-in sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kepala LPPM Unira Malang, Abdillah.
Seminar dibuka Wakil Rektor IV Unira Malang, Dr. Abdur Rofiq, M.Pd., yang menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat selama menjalankan KKN.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya membawa program kerja, tetapi juga harus mampu berinovasi dan menjalin kolaborasi dengan seluruh elemen desa.
“KKN pada intinya mahasiswa harus berinovasi dan berkolaborasi dengan masyarakat desa. Karena itu, bangun kepercayaan dengan semua pihak di desa,” pesan Abdur Rofiq.
Ketua Program Studi Psikologi Unira Malang, Abdul Latief A.A., S.Psi., M.Si., menjelaskan keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, dan membangun relasi sosial dengan masyarakat.
“Mahasiswa KKN akan berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat, budaya lokal, serta tantangan lapangan yang beragam. Karena itu, penguatan aspek psikologis menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menjalankan program pengabdian secara efektif dan berdampak,” ujarnya.
Seminar menghadirkan Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pemberdayaan psikologis merupakan proses membangun rasa percaya diri, kompetensi, kesadaran, dan kemampuan individu untuk mengambil peran aktif di lingkungan sosial.
“Mahasiswa harus memiliki rasa percaya diri, memahami makna setiap aktivitas yang dilakukan, serta yakin mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Inilah esensi pemberdayaan psikologis,” jelas Prof. Abdul Muhid.
Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi faktor penting dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Semakin baik mahasiswa memahami karakter dan kebutuhan warga, semakin besar peluang program KKN diterima dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
“Kunci keberhasilan pengabdian adalah membangun kepercayaan atau trust masyarakat. Ketika masyarakat percaya, program yang dijalankan akan lebih mudah diterima,” tegasnya.
Selain seminar, kegiatan juga diisi bedah buku Pemberdayaan Psikologis: Teori, Metode, dan Praktik karya Prof. Abdul Muhid. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas penerapan konsep pemberdayaan psikologis dalam kegiatan KKN, dunia pendidikan, organisasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dihadiri dosen pembimbing lapangan (DPL), mahasiswa peserta KKN-T Genap 2026, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unira Dr. Yusuf Azwar Anas, S.E., M.M., jajaran LPPM, serta ketua program studi di lingkungan FEB dan FISIP Unira Malang. (nuh)