email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 26 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Musisi Malang Ajak Membangun Ekosistem Musik Lokal Lewat Karya Sendiri

by Syaiful Arif
20 Agustus 2025

JAVASATU.COM- Polemik royalti musik yang belakangan ramai justru dinilai bisa jadi momentum emas bagi musisi Malang untuk membangun ekosistem musik lokal berbasis karya sendiri. Hal ini disampaikan salah satu seniman sekaligus musisi senior Malang, Mameck HR, Rabu (20/8/2025).

Mameck HR. (Foto: Mexpro/Ist)

“Malang sejak dulu dikenal sebagai barometer musik. Kini saatnya dibuktikan lewat karya sendiri. Royalti jangan hanya dilihat sebagai beban, tapi peluang agar musisi bisa hidup dari lagunya sendiri,” kata Mameck.

Menurut pencipta lagu Maryam Arek Cukam itu, langkah praktis yang bisa dilakukan adalah membentuk wadah kolektif musisi Malang.

Ia mengusulkan sebuah wadah bernama ‘United Musicians of Kota Malang (UMKM)’ yang nantinya menyiapkan daftar lagu ciptaan musisi lokal untuk diputar di hotel, kafe, restoran hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Kalau pengusaha kafe, resto, hotel di Malang pakai lagu ciptaan arek-arek Malang sendiri, itu akan jadi pilot project. Malang bisa membuktikan dirinya sebagai barometer musik Indonesia. Sehingga julukan barometer musik indonesia itu nyata, bukan hanya untuk gaya-gayaan bahkan “embel-embel” saja,” tegasnya.

Mameck menilai, dukungan pengusaha lokal sangat penting agar musik Malang tidak hanya jadi penonton. Dukungan ini, kata dia, akan menciptakan sinergi yang menguntungkan kedua pihak. Musisi mendapat apresiasi, sementara pengusaha memiliki identitas khas lewat musik lokal.

Lebih jauh, Mameck juga mendorong keterlibatan pemerintah, pelaku digital kreatif, ahli hukum hingga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengawal regulasi dan memberi legal standing jelas bagi musisi lokal.

BacaJuga :

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

“Musisi itu maunya sederhana, hanya ingin berkarya. Tapi supaya karya bisa dihargai, regulasi harus dikawal pemerintah. PHRI juga penting, karena sektor pariwisata dan perhotelan jadi garda depan pemakaian musik,” jelasnya.

Mameck mencontohkan bagaimana Didi Kempot dan Denny Caknan bisa menciptakan karya yang dicintai publik nasional. Menurutnya, Malang juga bisa melakukan hal serupa bila pengusaha lokal ikut mendukung.

“Kalau Indonesia bisa mencintai Didi Kempot dan Denny Caknan, kenapa Malang tidak bisa? Mulailah dari Malang, dibeli dan diputar oleh masyarakat serta pengusaha lokal. Itu akan luar biasa,” pungkasnya.

Mameck berharap musisi Malang bisa bergerak bersama menunjukkan daya kreatif lewat karya. Salah satunya dengan membentuk wadah khusus yang menampung dan mempromosikan lagu ciptaan arek-arek Malang. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Mameck HRmusikMusik MalangMusisiMusisi MalangRoyalti

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

IKG 2026-2031 Dilantik, 35 Ribu Diaspora Gunungkidul Jadi Kekuatan Pembangunan

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

Bupati Wonosobo: Budaya Asal Share Picu Ledakan Hoaks

MCC Disebut Bukan Beban APBD, Praktisi: Investasi Ekosistem Kreatif Kota Malang 

Dari Serangan ke Pengungsian, Warga Sinak Diberi Bantuan

Wartawan Wali Sembilan Konsolidasi di Demak, Perkuat Soliditas Lintas Daerah

MS Glow For Men Malang Half Marathon Bakal Jadi Agenda Tahunan

Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati, Tujuh Remaja Diamankan

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

6 Hal yang Wajib Diketahui dari Nike Structure Plus Review

Pemuda Asal Lumajang Ditemukan Tewas di Jembatan Cangar Batu, Diduga Bunuh Diri

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

BERITA LAINNYA

IKG 2026-2031 Dilantik, 35 Ribu Diaspora Gunungkidul Jadi Kekuatan Pembangunan

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

Bupati Wonosobo: Budaya Asal Share Picu Ledakan Hoaks

Dari Serangan ke Pengungsian, Warga Sinak Diberi Bantuan

Wartawan Wali Sembilan Konsolidasi di Demak, Perkuat Soliditas Lintas Daerah

Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati, Tujuh Remaja Diamankan

Analis Nilai Sinergi Presiden dan Kapolri Perkuat Stabilitas Nasional di Tengah Ancaman Global

6 Hal yang Wajib Diketahui dari Nike Structure Plus Review

Menhan Perkuat Sinergi TNI Aktif dan Purnawirawan

Latihan TNI di Karimunjawa, Rudal hingga F-16 Hantam Target

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pemuda Asal Lumajang Ditemukan Tewas di Jembatan Cangar Batu, Diduga Bunuh Diri

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Persib vs Arema, 40 Bus Aremania ke Bandung, Bawa Misi Damai dan Silaturahmi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d