JAVASATU.COM- TNI Komando Operasi Habema menyampaikan duka cita atas meninggalnya Nalince Wamang (17), remaja perempuan yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 7 Mei 2026.

Kepala Penerangan TNI Koops Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya turut merasakan kehilangan mendalam atas wafatnya Nalince yang diketahui baru lulus SMK dan sedang mencari nafkah bersama pamannya saat kejadian berlangsung.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya adik Nalince Wamang. Beliau masih sangat muda, baru lulus SMK, dan sedang mencari nafkah bersama pamannya. Kehilangan ini pasti sangat berat bagi keluarga,” ujar Wirya kepada wartawan di Mimika, Selasa (12/5/2026) lalu.
Terkait tuduhan yang beredar bahwa TNI melakukan penembakan terhadap korban, Wirya menegaskan pihaknya tidak melakukan tindakan penembakan terhadap masyarakat sipil. Ia menyebut prajurit TNI justru melakukan evakuasi cepat untuk menyelamatkan korban.
“Kami telah melakukan evakuasi secepat mungkin terhadap korban dan membawanya ke rumah sakit dengan niat baik untuk menyelamatkan nyawa. Namun dalam perjalanan di jalan poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Menurut Wirya, jenazah Nalince kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. TNI juga menyatakan siap mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh bersama aparat terkait.
“Kami menghormati permintaan keluarga akan transparansi. Saat ini TNI sedang melakukan investigasi internal secara serius. Kami juga siap berkolaborasi dengan Polri untuk klarifikasi lebih lanjut agar kebenaran dapat terungkap secara objektif,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat insiden terjadi prajurit TNI tengah melaksanakan kegiatan aklimatisasi atau penyesuaian lingkungan di daerah latihan sekitar Tembagapura. Saat itu, personel mendengar suara tembakan dan langsung bergerak menuju sumber suara untuk melindungi warga sipil yang berada di lokasi.
“Pada saat itu kami mendengar suara tembakan. Sesuai prosedur, prajurit langsung bergerak ke arah sumber tembakan untuk melindungi warga sipil yang sedang mendulang di sekitar lokasi. Kami sangat menyesalkan jatuhnya korban sipil dalam insiden ini,” ujarnya.
TNI Koops Habema juga membantah narasi yang menyebut adanya pendirian pos baru maupun rekayasa insiden di wilayah tersebut. Menurut Wirya, keberadaan TNI di kawasan itu semata untuk pengamanan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia.
“Kami sudah lama berada di wilayah ini untuk mengamankan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia. Tidak ada agenda tersembunyi. Kami hadir untuk melindungi masyarakat dan aset negara dari gangguan kelompok bersenjata,” pungkasnya. (saf)