email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Malang…TERKENANG, Malang…TERGENANG?

by Javasatu
7 Desember 2025
Ilustrasi salah satu ruas jalan di Kota Malang yang tergenang Banjir. (Foto: Dok/Ist)

OPINI

Malang…TERKENANG, Malang…TERGENANG?

Oleh: Haris Wibisono – Arsitek, Urban Designer

Menelusuri penyebab banjir di Kota Malang bukan perkara sederhana. Permasalahan ini sangat kompleks dan tidak bisa hanya dikaitkan dengan sampah. Banjir yang terjadi memiliki hubungan erat dengan perubahan iklim global, curah hujan, dan sifat hujan yang meningkat dari tahun ke tahun, sebagaimana tercatat dalam data BMKG. Perubahan iklim bukanlah dongeng, dampaknya nyata dan faktual.

Dalam konteks studi perkotaan, dua bidang ilmu penting, yakni perencanaan kota (urban planning) dan perancangan kota (urban designing), harus diterapkan secara holistik. Meski memiliki lingkup berbeda, keduanya wajib berjalan sinergis untuk menciptakan kota yang berketahanan.

Berikut beberapa faktor penyebab banjir di Kota Malang:

1. Dampak Pembangunan yang Mengubah Tata Ruang dan Fungsi Lahan

Pembangunan yang tidak terkendali mengubah struktur ruang kota. Kawasan pertanian beralih menjadi perumahan atau bangunan gedung, sehingga tanah resapan berubah menjadi permukaan kedap air. Sungai irigasi kemudian menanggung aliran drainase dari kawasan terbangun. Penyempitan sungai akibat bangunan yang melanggar batas sempadan hingga penutupan sungai dengan bangunan ilegal memperparah kondisi.

Di kawasan hulu, seperti Kota Batu, hulu Sungai Brantas, perubahan hutan menjadi perkebunan sayur dan pertanian juga berdampak besar. Lereng bukit yang ditanami sayuran tidak mampu menahan air hujan. Aliran air langsung mengalir ke sungai dalam volume besar, memicu banjir dan longsor. Beberapa studi menyebut kebun sayur di lereng bukit sebagai kontributor banjir dan longsor.

2. Perubahan Iklim dan Peningkatan Curah Hujan

Data BMKG menunjukkan bahwa sifat hujan di Malang pada tahun 2025 meningkat 115-150 persen. Artinya, curah hujan berada jauh di atas normal dan memberi kontribusi signifikan pada banjir. Ini menjadi bukti bahwa banjir di kota tidak bisa dilepaskan dari faktor atmosfer yang menurunkan intensitas hujan lebih tinggi.

3. Sampah di Saluran dan Sungai

Sampah memang ikut menyumbang banjir, tetapi jelas bukan satu-satunya penyebab. Dua faktor besar sebelumnya, yakni, perubahan tata ruang dan peningkatan curah hujan, memiliki pengaruh lebih dominan.

4. Permukiman di Cekungan Topografi

Banyak kawasan padat penduduk di Kota Malang berdiri pada kontur tanah cekung. Secara alami, wilayah cekungan menjadi penadah air dan lebih mudah tergenang. Ketika hujan intens, wilayah semacam ini hampir pasti terdampak.

BacaJuga :

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

5. Irigasi Berubah Menjadi Drainase

Saluran air peninggalan Belanda yang semula berfungsi sebagai irigasi pertanian kini berubah menjadi drainase kota yang menampung limpasan dari kawasan terbangun. Ini menjadi faktor dominan penyebab banjir.

Selain itu, saluran air di tepi jalan yang konstruksinya buruk dan minim gril sudetan membuat air tidak cepat mengalir, sehingga menimbulkan genangan.

Dampak Hulu-Hilir: Malang dan Batu Saling Terhubung

Banjir di Kota Malang tidak bisa dilepaskan dari kondisi Kota Batu sebagai hulu Sungai Brantas. Jika tata ruang Batu rusak, maka Malang akan menerima dampak lebih buruk. Sungai Brantas mengalir dari Batu menuju Malang dan bercabang menjadi sungai-sungai irigasi yang masuk ke beberapa kawasan kota. Ketika sifat hujan sudah di atas normal, pembangunan kota juga tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara normal.

Bahkan saluran yang sudah dihitung kapasitasnya masih kerap jebol, apalagi pembangunan kota yang tidak mempertimbangkan sistem drainase sama sekali.

Karena itu, dalam advise planning yang kini dikenal sebagai KKPR, setiap kavling diwajibkan memiliki sumur resapan air hujan, berbeda dari sumur resapan septictank, untuk mengurangi limpasan dan memberi kesempatan air meresap ke tanah.

Kembali ke Prioritas: Inovasi atau Sekadar Beautifikasi?

Akhirnya, semua kembali pada prioritas pembangunan kota:
Apakah Kota Malang ingin terjebak pada pembangunan beautifikasi visual, atau fokus pada pembangunan substansial yang menyelesaikan masalah perkotaan?

Padahal, salah satu parameter kota metropolitan adalah inovasi teknologi dalam infrastruktur perkotaan. Ketahanan kota (urban resilience) akan terus diuji, terutama di era perubahan iklim.

Air hujan memang turun dari langit. Namun, sungai yang meluap adalah kejujuran air, bahwa ia tidak memiliki jalur alir yang layak. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BanjirHaris WibisonoKota MalangOpini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Bali Perkuat Satlinmas dan ABPEDNAS, Desa Adalah Fondasi Bangsa

Pekan Olahraga IKG 2026 di Bekasi Siap Digelar, 1.500 Atlet Bakal Bertanding

GPPN Gelar NGOPI PRESISI, Refleksikan Legacy Listyo Sigit dan Arah Transformasi Polri

Layar Hikmah MUI Gresik, Kiai Rofiq Bicara Hak Mata dan Film Islami

Warga Blitar Pertanyakan Hasil Verifikasi Program Perlinsos

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

Prev Next

POPULER HARI INI

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Kirab Budaya WBTb Gresik Meriah, 1.000 Bandeng Dibagikan Gratis ke Warga

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

BERITA LAINNYA

Bali Perkuat Satlinmas dan ABPEDNAS, Desa Adalah Fondasi Bangsa

Pekan Olahraga IKG 2026 di Bekasi Siap Digelar, 1.500 Atlet Bakal Bertanding

GPPN Gelar NGOPI PRESISI, Refleksikan Legacy Listyo Sigit dan Arah Transformasi Polri

Layar Hikmah MUI Gresik, Kiai Rofiq Bicara Hak Mata dan Film Islami

Warga Blitar Pertanyakan Hasil Verifikasi Program Perlinsos

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved