email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 21 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Malang…TERKENANG, Malang…TERGENANG?

by Javasatu
7 Desember 2025
Ilustrasi salah satu ruas jalan di Kota Malang yang tergenang Banjir. (Foto: Dok/Ist)

OPINI

Malang…TERKENANG, Malang…TERGENANG?

Oleh: Haris Wibisono – Arsitek, Urban Designer

Menelusuri penyebab banjir di Kota Malang bukan perkara sederhana. Permasalahan ini sangat kompleks dan tidak bisa hanya dikaitkan dengan sampah. Banjir yang terjadi memiliki hubungan erat dengan perubahan iklim global, curah hujan, dan sifat hujan yang meningkat dari tahun ke tahun, sebagaimana tercatat dalam data BMKG. Perubahan iklim bukanlah dongeng, dampaknya nyata dan faktual.

Dalam konteks studi perkotaan, dua bidang ilmu penting, yakni perencanaan kota (urban planning) dan perancangan kota (urban designing), harus diterapkan secara holistik. Meski memiliki lingkup berbeda, keduanya wajib berjalan sinergis untuk menciptakan kota yang berketahanan.

Berikut beberapa faktor penyebab banjir di Kota Malang:

1. Dampak Pembangunan yang Mengubah Tata Ruang dan Fungsi Lahan

Pembangunan yang tidak terkendali mengubah struktur ruang kota. Kawasan pertanian beralih menjadi perumahan atau bangunan gedung, sehingga tanah resapan berubah menjadi permukaan kedap air. Sungai irigasi kemudian menanggung aliran drainase dari kawasan terbangun. Penyempitan sungai akibat bangunan yang melanggar batas sempadan hingga penutupan sungai dengan bangunan ilegal memperparah kondisi.

Di kawasan hulu, seperti Kota Batu, hulu Sungai Brantas, perubahan hutan menjadi perkebunan sayur dan pertanian juga berdampak besar. Lereng bukit yang ditanami sayuran tidak mampu menahan air hujan. Aliran air langsung mengalir ke sungai dalam volume besar, memicu banjir dan longsor. Beberapa studi menyebut kebun sayur di lereng bukit sebagai kontributor banjir dan longsor.

2. Perubahan Iklim dan Peningkatan Curah Hujan

Data BMKG menunjukkan bahwa sifat hujan di Malang pada tahun 2025 meningkat 115-150 persen. Artinya, curah hujan berada jauh di atas normal dan memberi kontribusi signifikan pada banjir. Ini menjadi bukti bahwa banjir di kota tidak bisa dilepaskan dari faktor atmosfer yang menurunkan intensitas hujan lebih tinggi.

3. Sampah di Saluran dan Sungai

Sampah memang ikut menyumbang banjir, tetapi jelas bukan satu-satunya penyebab. Dua faktor besar sebelumnya, yakni, perubahan tata ruang dan peningkatan curah hujan, memiliki pengaruh lebih dominan.

4. Permukiman di Cekungan Topografi

Banyak kawasan padat penduduk di Kota Malang berdiri pada kontur tanah cekung. Secara alami, wilayah cekungan menjadi penadah air dan lebih mudah tergenang. Ketika hujan intens, wilayah semacam ini hampir pasti terdampak.

5. Irigasi Berubah Menjadi Drainase

Saluran air peninggalan Belanda yang semula berfungsi sebagai irigasi pertanian kini berubah menjadi drainase kota yang menampung limpasan dari kawasan terbangun. Ini menjadi faktor dominan penyebab banjir.

Selain itu, saluran air di tepi jalan yang konstruksinya buruk dan minim gril sudetan membuat air tidak cepat mengalir, sehingga menimbulkan genangan.

Dampak Hulu-Hilir: Malang dan Batu Saling Terhubung

Banjir di Kota Malang tidak bisa dilepaskan dari kondisi Kota Batu sebagai hulu Sungai Brantas. Jika tata ruang Batu rusak, maka Malang akan menerima dampak lebih buruk. Sungai Brantas mengalir dari Batu menuju Malang dan bercabang menjadi sungai-sungai irigasi yang masuk ke beberapa kawasan kota. Ketika sifat hujan sudah di atas normal, pembangunan kota juga tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara normal.

Bahkan saluran yang sudah dihitung kapasitasnya masih kerap jebol, apalagi pembangunan kota yang tidak mempertimbangkan sistem drainase sama sekali.

Karena itu, dalam advise planning yang kini dikenal sebagai KKPR, setiap kavling diwajibkan memiliki sumur resapan air hujan, berbeda dari sumur resapan septictank, untuk mengurangi limpasan dan memberi kesempatan air meresap ke tanah.

BacaJuga :

OPINI: Kota Batu Aman dari Begal: “Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks Media Sosial”

OPINI REDAKSI: Ketegasan Umar bin Khattab dan Pembebasan Martabat Manusia (Sesi 4 – Selesai)

Kembali ke Prioritas: Inovasi atau Sekadar Beautifikasi?

Akhirnya, semua kembali pada prioritas pembangunan kota:
Apakah Kota Malang ingin terjebak pada pembangunan beautifikasi visual, atau fokus pada pembangunan substansial yang menyelesaikan masalah perkotaan?

Padahal, salah satu parameter kota metropolitan adalah inovasi teknologi dalam infrastruktur perkotaan. Ketahanan kota (urban resilience) akan terus diuji, terutama di era perubahan iklim.

Air hujan memang turun dari langit. Namun, sungai yang meluap adalah kejujuran air, bahwa ia tidak memiliki jalur alir yang layak. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BanjirHaris WibisonoKota MalangOpini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pembangunan Sekolah Rakyat Sidayu Gresik Capai 55 Persen

Harkitnas 2026, Polres Malang Fasilitasi SIM D Gratis untuk Disabilitas

Polisi Tangkap Pembobol Rumah saat Tarawih di Gondanglegi

Gresik Gunakan AI untuk Layanan dan Kebijakan Hukum

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Pokja Bunda PAUD Gresik Dikukuhkan, Tekankan Pendidikan Karakter Anak

Kalapas Malang Ikut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Presiden Prabowo Bawa Semangat Harkitnas ke RAPBN 2027

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Prev Next

POPULER HARI INI

Kepala Bapenda Malang Jadi Sekda Semarang, Wali Kota Wahyu Siapkan Mutasi Kilat

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Belajar Industri, Siswa MI Al-Karimi Tebuwung Datangi Pabrik Otsuka

BERITA LAINNYA

Pembangunan Sekolah Rakyat Sidayu Gresik Capai 55 Persen

Harkitnas 2026, Polres Malang Fasilitasi SIM D Gratis untuk Disabilitas

Polisi Tangkap Pembobol Rumah saat Tarawih di Gondanglegi

Gresik Gunakan AI untuk Layanan dan Kebijakan Hukum

Kolonel Vincentius Endy Hadi Putra Resmi Jabat Danlanud Sultan Hasanuddin

Pokja Bunda PAUD Gresik Dikukuhkan, Tekankan Pendidikan Karakter Anak

Kalapas Malang Ikut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Presiden Prabowo Bawa Semangat Harkitnas ke RAPBN 2027

KiN Space SCBD Hadirkan Wisata Budaya Interaktif untuk Anak dan Keluarga

Prajurit TNI AD M Rizal Antar Indonesia ke Asian Games 2026

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Razia Pajak Kendaraan di Kota Batu, Tim Gabungan Jaring 39 Pelanggar

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Keluarga Purnawirawan TNI di Malang Mengadu ke DPRD soal Rencana Penertiban Rumah

DPRD Soroti Izin Toko Minol di Malang, Pemkot Diminta Tak Berlindung di Balik OSS

Dugaan Penyelewengan Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang Disorot DPRD

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved