email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 11 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mitos ‘Kandang Bubrah’-Kah Kemasan Pembangunan Koridor Heritage Kajoe Tangan?

[Opini]

by Redaksi Javasatu
10 Desember 2023

BacaJuga :

OPINI: Malang, Kota Pendidikan dan Fenomena Bunuh Diri

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

(Foto: M. Dwi Cahyono)

Mitos ‘Kandang Bubrah’-Kah Kemasan Pembangunan Koridor Heritage Kajoe Tangan?

Oleh: M. Dwi Cahyono – Pemerhati Budaya

Dalam mitologi Jawa ada sebutan “kandang bubrah (bongkar kandang secara berulang-ulang)”. Mitos ini diyakini oleh orang yang mempercayai sebagai wahana mistis untuk “memperlancar rezeki”. Konsep- sinya adalah: apabila menginginkan rezeki mengalir lancar (ndilir), maka secara periodik, misalnya tiap tahun, sebagian rumah tinggalnya musti dibongkar (dibubrahi) lantas dibangun kembali, kendatipun yang dibongkar sesungguhnya masih dalam kondisi layak. Konon mitologi ini dijadikan semacam “ilmu pesugihan”, ikhtiar mistis untuk menjadi kaya dan kian tambah kaya (sugih).

Ketika mengamati dengan seksama pembangunan Koridoor Heritage (?) Kajoe Tangan, tahun demi tahun, tergambar bahwa tiap tahun ada saja bagian koridoor ini yang dibangun. Bukan senantiasa untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada agar menjadi ada, tetapi juga dengan membongkar yang sudah ada untuk dibangun lagi dengan sedikit beda. Misal, tatanan batu andesit di pertigaan Avia yang dibangun tahun lalu, pada tahun ini dibongkar dan dibangun lagi dengan sedikit berbeda. Bahkan, ironisnya, ada bagian yang bongkar untuk dibangun ulang dengan dimensi beda, padahal masih belum satu tahun terbangun, kurang dari satu bulan selesai dibangun. Misal, penyekat (median) jalan pada perempat BCA (dulu dinamai “Radja Balie”). Dengan alasan kegedean, yang barusan selesai dibangun, lalu dibongkar untuk dikecilkan. Nah mbanyol kan, kalah sama penjahit. Terhadap fenomena itu, ada seorang teman menyeletuk “lho, kok koyok kandang bubrah”.

Apakah Pemkot Malang mengamalkan “ilmu kandang bubrah” untuk bisa mendapatkan pesugihan (kekayaan)? Sangat mungkin tidak. Jikalau tidak, mengapa bangun-bongkar (bongkar-pasang)? Bisa jadi pembangunannya tidak mendasarkan kepada rencana global (menyeluruh) yang diformulasikan dengan cermat menurut hasil kajian yang akurat. Terkesan sebagai “trial and error (coba dan salah, coba lagi dan salah lagi)”. Prinsipnya, tak mengapa asal-asalan buat, toh bila terbukti salah (error), kan bisa dibongkar lagi dan dibangun ulang. Jika error lagi, ya dibongkar lagi, lalu bangun ulang lagi. Nah, gampang tho Dengan cara demikian, maka tak kan henti-hentinya, ada-ada saja yang bisa diproyekkan. Yang terpenting adalah proyeknya, mustinya adalah hasil yang terbaik.

Dalam kedua contoh kasus pada Koridoor Kajoe Tangan tersebut diatas, tergambar bahwa pembangunannya tak mendasarkan pada hasil kajian dan perencanaan kawasan yang matang. Kelancaran laju mobil Ambulance serta Damkar pun dijadikan sebagai alasan (dasar pertimbangan untuk membongkar, mengubah dan membangun ulang median jalan di pertigaan Avia dan perempatan BCA. Kenapa pertimbangan tersebut tidak muncul manakala masih di tahap perencanaan. Sebuah pertimbangan yang telat munculnya. Baru muncul (tepatnya “di- munculkan”) justru tatkala median jalan tersebut te lah rampung dibangun, bahkan “isih keweh-keweh dadi (barusan selesai jadi)”. Mulane to, jok grusa- grusu yen mbangun.

Dalam hal demikian, muncullah pertanyaan: siapa yang dirugikan, dan sebaliknya siapakah yang diuntungkan? Apakah pembangunan pada keduanya itu berkontribusi terhadap “ke-heritage-an (kecagarbudayaan)” Koridoor Heritage Kajoe Tangan? Meski mempunyai unsur sebutan “heritage”, namun dalam pembangunannya kurang berperhatian kepada kecagarbydayaanya. Kalaulah begitu, buat apa unsur sebutan “heritage” disematkan kepadanya?. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polisi Amankan Sedekah Laut Alasdowo Pati, Larung Sesaji Berlangsung Meriah

Panglima TNI Turun Langsung, Dorong Prajurit Jadi Motor Ketahanan Pangan

18 Ranting Fatayat NU Ujungpangkah Dilantik, 600 Kader Hadiri Halalbihalal

1-800 Wicked Rilis “Vespa Biru”, Siap Ekspansi ke Pasar Musik Indonesia

Polisi Bongkar Peredaran 4.621 Pil Obaya di Sragen, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

LAKSI Apresiasi DPR Dukung Larangan Vape di RUU Narkotika Usulan BNN

Lima Satker TNI Raih WBK, Perkuat Transparansi dan Reformasi Birokrasi

Mendag Resmikan Pasar Rakyat Sidayu Gresik, Dibangun Rp25,8 Miliar Usai Kebakaran

Pria Tewas di Warmindo Ruko WR Supratman Kota Malang

UB Akan Sulap Limbah Dapur MBG Jadi Cuan, Dorong Ekonomi Sirkular di Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

Pemkab Gresik Dorong Percepatan Proyek Jalan Laban 13 Km, Target 4 Jalur

UB Akan Sulap Limbah Dapur MBG Jadi Cuan, Dorong Ekonomi Sirkular di Malang

BERITA LAINNYA

Polisi Amankan Sedekah Laut Alasdowo Pati, Larung Sesaji Berlangsung Meriah

Panglima TNI Turun Langsung, Dorong Prajurit Jadi Motor Ketahanan Pangan

1-800 Wicked Rilis “Vespa Biru”, Siap Ekspansi ke Pasar Musik Indonesia

Polisi Bongkar Peredaran 4.621 Pil Obaya di Sragen, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

LAKSI Apresiasi DPR Dukung Larangan Vape di RUU Narkotika Usulan BNN

Lima Satker TNI Raih WBK, Perkuat Transparansi dan Reformasi Birokrasi

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

Beeswax Rilis Album Self-Titled 2026, Rayakan 12 Tahun Perjalanan Musik

Bakti Lingkungan Dharma Pertiwi, Ribuan Mangrove Ditanam di Bekasi

Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Militer

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

Portal Bendungan Lahor Dibuka Paksa, Warga Tolak Retribusi Akses Malang-Blitar

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

Dubes Uzbekistan Ziarah ke Sunan Gresik, Gresik Kian Mendunia

Pemkab Gresik Dorong Percepatan Proyek Jalan Laban 13 Km, Target 4 Jalur

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved