JAVASATU.COM- Tim dosen Universitas Al-Qolam Malang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (1/6/2026). Evaluasi ini dilakukan untuk menilai efektivitas program kerja mahasiswa serta dampak yang dihasilkan di tengah masyarakat.

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang turun langsung terdiri dari Wildan Hakim, S.Si., M.Pd., Hairul Puadi, M.A., Muhammad Hasbulloh Huda, M.Ag., Fitrotul Hikmah, S.S., M.A., dan Siti A’isyah, S.Ag., M.A. Para dosen meninjau berbagai program kerja mahasiswa, mulai dari sektor sosial, keagamaan, hingga digitalisasi aset desa.
Dalam evaluasi tersebut, Wildan Hakim, S.Si., M.Pd. menegaskan bahwa setiap program KKN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada tataran kegiatan seremonial.
“Program yang dijalankan mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan, tetapi harus benar-benar memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat desa,” ujar Wildan.
Sementara itu, Hairul Puadi, M.A. menekankan pentingnya kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat di lapangan agar KKN benar-benar tepat sasaran.
“KKN harus mampu membaca kebutuhan masyarakat secara utuh. Jangan sampai program yang dibuat tidak relevan dengan realitas yang ada di desa,” kata Hairul.
Ketua Kelompok 6 KKN, Andika, memaparkan salah satu program unggulan berupa digitalisasi aset desa, khususnya aset wakaf, melalui sistem pemetaan berbasis data.
“Kami memetakan secara detail aset mana saja yang sudah memiliki Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan mana yang perlu diurus legalitasnya,” jelas Andika.
Namun, dalam pelaksanaannya, mahasiswa masih menghadapi kendala di lapangan. Anggota KKN, Abid, menyebutkan bahwa proses verifikasi data terkendala oleh arsip manual desa yang belum tertata rapi sehingga menghambat proses digitalisasi.
Tim dosen menilai bahwa kendala tersebut merupakan tantangan umum dalam proses transformasi digital di tingkat desa. Mahasiswa diminta tidak hanya membangun sistem, tetapi juga memastikan data yang diinput benar-benar valid dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain digitalisasi aset, evaluasi juga mencakup program kerja di bidang sosial dan keagamaan. Tim dosen mendorong mahasiswa untuk memperkuat program yang memiliki dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Universitas Al-Qolam Malang berharap program KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Kaumrejo. (nuh)