email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 20 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI REDAKSI: Anatomi Sosial Arab Jahiliyah: Mengapa Khamar Sulit Dilarang?

by Javasatu
12 Mei 2026
ilustrasi ai

Oleh: Redaksi Javasatu

Belakangan ini, warga ‘Bhumi Arema’ diresahkan oleh polemik perizinan toko minuman beralkohol (minol). Dari kawasan Gadingkasri hingga Sawojajar, gelombang penolakan warga pecah. Gerai-gerai tersebut beroperasi di dekat permukiman, fasilitas pendidikan, hingga hanya berjarak puluhan meter dari masjid.

Sistem perizinan Online Single Submission (OSS) yang terpusat seolah menjadi dalih pengusaha untuk menabrak aspirasi warga di tingkat RT dan RW. Imbasnya, DPRD Kota Malang dan Pemkot kini harus berkejaran mengevaluasi regulasi demi meredam potensi konflik horizontal.

Ketegangan peredaran minuman keras ini sejatinya bukan barang baru. Islam pernah berhadapan dengan ekosistem sosial yang jauh lebih kronis terkait alkohol. Transformasi hukum khamar dalam lintasan sejarah Islam bukan sekadar perubahan status dari halal menjadi haram. Ini adalah manifestasi agung dari rekayasa sosial (social engineering) berbasis wahyu ilahi.

Episentrum Kebudayaan dan Simbol Kehormatan

Masyarakat Arab pra-Islam (Jahiliyah) hidup dalam ekosistem nilai yang menempatkan khamar sebagai pilar identitas sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Istilah Jahiliyah sendiri tidak merujuk pada ketidaktahuan intelektual. Sejarawan mencatat ia merujuk pada sifat jahl: kekerasan, kesombongan, mudah marah, dan ketidakmampuan mengendalikan emosi.

Khamar berfungsi sebagai katalisator sifat-sifat tersebut. Ia memperkuat fanatisme golongan (ashabiyah) dan memicu keberanian yang sering melampaui batas nalar.

Secara sosiologis, konsumsi alkohol ini sangat lekat dengan nilai kedermawanan atau al-karam. Bagi orang Arab masa itu, kemurahan hati yang berlebihan adalah cara utama memperoleh kehormatan sosial.

Pohon anggur sebagai bahan baku utama bahkan disebut Al-Karam karena eratnya kaitan dengan tradisi menjamu tamu secara boros. Perjamuan ini kerap diiringi perjudian (maysir) dan pembacaan puisi kehebatan suku, menciptakan rantai budaya yang sangat sulit diputus.

Urat Nadi Ekonomi Bernilai Tinggi

Selain mengakar pada budaya, khamar adalah urat nadi ekonomi Jazirah Arab. Ia merupakan komoditas perdagangan mewah yang menghubungkan pusat produksi di Syam dan Yaman dengan pasar utama Makkah dan Madinah.

Masyarakat kala itu memiliki keahlian teknis fermentasi tingkat tinggi, terbukti dari ragam jenis khamar yang beredar. Kaum bangsawan Yaman memiliki minuman prestisius bernama Al-Bit’ yang terbuat dari madu lebah yang diperam hingga berbuih masam. Sementara itu, masyarakat kelas menengah secara luas mengonsumsi Al-Mizr, hasil fermentasi serealia atau gandum yang dimasak dengan api.

Di wilayah perkebunan kurma seperti Madinah, Al-Fadikh menjadi primadona. Minuman ini berupa perasan kurma mengkal yang dihancurkan dan direndam air. Ada pula Al-Naqi’ yang memiliki rasa manis dominan sebelum memabukkan, terbuat dari rendaman kismis tanpa proses masak.

Untuk konsumsi harian, mereka meminum Al-Sakar dari kurma mentah segar yang dibiarkan mendidih alami. Sedangkan dalam pesta keramaian suku, Al-Ji’ah yang terbuat dari perahan gandum masam—sangat menyerupai bir modern—menjadi suguhan wajib.

Mengapa Tidak Dilarang Seketika?

Melihat gurita budaya dan ekonomi yang begitu mencengkeram, Islam menyadari penghapusan tradisi ini butuh strategi matang. Pendekatan tidak bisa hanya bersifat legalistik, melainkan harus menyentuh sisi psikologis.

Pelarangan total dalam satu waktu dipastikan memicu resistensi massal yang mengancam stabilitas dakwah di masa awal. Pendekatan represif yang mendadak jelas bukan cara kerja Islam.

BacaJuga :

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

Hukum Islam memilih jalur transformasi paradigma secara perlahan. Nilai-nilai lama didekonstruksi dan digantikan kesadaran baru tentang martabat manusia dan kesehatan intelektual. Tesis rekayasa sosial inilah yang kemudian membuktikan efektivitasnya.

Bagaimana persisnya Al-Qur’an mengeksekusi strategi social engineering ini lewat empat tahapan evolusi hukum? Kita akan bedah tuntas pada Seri 2.


Referensi Artikel:

  • HIKMAH PERADABAN ARAB PRA ISLAM (Segi Ekonomi, Sosial …)
  • Adat Bangsa Arab Jahiliyah (Bag. 1) – Muslimah.or.id
  • Kehidupan dan Perilaku Masyarakat Jahiliyah Arab Pra-Islam – detikcom
  • Minuman keras di Jazirah Arab – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  • BAB KEDUA KONSEP ARAK DAN ALKOHOL – Studentsrepo.um.edu.my

Disclaimer Redaksi Javasatu.com:
​Artikel opini berseri ini disusun dengan asistensi AI sebatas instrumen teknis kebahasaan. Redaksi Javasatu.com memegang kendali editorial penuh; seluruh substansi dan referensi telah diverifikasi secara faktual sesuai standar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Otoritas dan tanggung jawab mutlak tetap berada di tangan redaksi, bukan mesin.
​Pembaca diimbau menyikapi tulisan ini secara kritis dan bijak. Artikel ini adalah analisis jurnalistik berbasis sejarah dan sosiologi hukum Islam, bukan fatwa keagamaan. Jadikan opini ini sebagai pemantik dialektika sosial dalam menyikapi polemik di lapangan, sembari terus mendorong ketegasan penegak Perda dalam koridor hukum yang berlaku.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Opini

Comments 1

  1. Ping-balik: OPINI REDAKSI: Evolusi Hukum Empat Tahap: Strategi 'Social Engineering' Al-Qur'an (Seri 2) - Javasatu.com

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Panglima TNI Pesan 76 Paskibraka 2026 Kejar Cita-cita Setinggi Langit

Baru 3 Bulan Bebas Penjara, Residivis Gresik Kembali Terjerat Judol dan Sabu

Rani Jambak Demo Lewat Musik, LARA(NGAN) Suarakan Kegelisahan Negeri

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

Perda Disabilitas Gresik Diperkuat, Pelayanan Publik Diminta Lebih Inklusif

Polisi di Kabupaten Malang Ikut Kejar Swasembada Bawang Putih

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Prev Next

POPULER HARI INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

Rani Jambak Demo Lewat Musik, LARA(NGAN) Suarakan Kegelisahan Negeri

BERITA LAINNYA

Panglima TNI Pesan 76 Paskibraka 2026 Kejar Cita-cita Setinggi Langit

Baru 3 Bulan Bebas Penjara, Residivis Gresik Kembali Terjerat Judol dan Sabu

Rani Jambak Demo Lewat Musik, LARA(NGAN) Suarakan Kegelisahan Negeri

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

Perda Disabilitas Gresik Diperkuat, Pelayanan Publik Diminta Lebih Inklusif

Polisi di Kabupaten Malang Ikut Kejar Swasembada Bawang Putih

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Analis: Komitmen Kapolri Dukung Asta Cita Sudah On The Track, Swasembada Bawang Putih hingga Rekor MURI

DPRD Majalengka Siapkan Aturan Perketat Pengawasan Proyek Infrastruktur

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

39 Warga Ciptomulyo Resah, Tanahnya Diklaim Aset Pemkot Malang

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

HUT ke-81 RI, SMP YPI Darussalam 1 Cerme Borong Dua Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved