email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 28 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI REDAKSI: Anatomi Sosial Arab Jahiliyah: Mengapa Khamar Sulit Dilarang?

by Javasatu
12 Mei 2026
ilustrasi ai

Oleh: Redaksi Javasatu

Belakangan ini, warga ‘Bhumi Arema’ diresahkan oleh polemik perizinan toko minuman beralkohol (minol). Dari kawasan Gadingkasri hingga Sawojajar, gelombang penolakan warga pecah. Gerai-gerai tersebut beroperasi di dekat permukiman, fasilitas pendidikan, hingga hanya berjarak puluhan meter dari masjid.

Sistem perizinan Online Single Submission (OSS) yang terpusat seolah menjadi dalih pengusaha untuk menabrak aspirasi warga di tingkat RT dan RW. Imbasnya, DPRD Kota Malang dan Pemkot kini harus berkejaran mengevaluasi regulasi demi meredam potensi konflik horizontal.

Ketegangan peredaran minuman keras ini sejatinya bukan barang baru. Islam pernah berhadapan dengan ekosistem sosial yang jauh lebih kronis terkait alkohol. Transformasi hukum khamar dalam lintasan sejarah Islam bukan sekadar perubahan status dari halal menjadi haram. Ini adalah manifestasi agung dari rekayasa sosial (social engineering) berbasis wahyu ilahi.

Episentrum Kebudayaan dan Simbol Kehormatan

Masyarakat Arab pra-Islam (Jahiliyah) hidup dalam ekosistem nilai yang menempatkan khamar sebagai pilar identitas sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Istilah Jahiliyah sendiri tidak merujuk pada ketidaktahuan intelektual. Sejarawan mencatat ia merujuk pada sifat jahl: kekerasan, kesombongan, mudah marah, dan ketidakmampuan mengendalikan emosi.

Khamar berfungsi sebagai katalisator sifat-sifat tersebut. Ia memperkuat fanatisme golongan (ashabiyah) dan memicu keberanian yang sering melampaui batas nalar.

Secara sosiologis, konsumsi alkohol ini sangat lekat dengan nilai kedermawanan atau al-karam. Bagi orang Arab masa itu, kemurahan hati yang berlebihan adalah cara utama memperoleh kehormatan sosial.

Pohon anggur sebagai bahan baku utama bahkan disebut Al-Karam karena eratnya kaitan dengan tradisi menjamu tamu secara boros. Perjamuan ini kerap diiringi perjudian (maysir) dan pembacaan puisi kehebatan suku, menciptakan rantai budaya yang sangat sulit diputus.

Urat Nadi Ekonomi Bernilai Tinggi

Selain mengakar pada budaya, khamar adalah urat nadi ekonomi Jazirah Arab. Ia merupakan komoditas perdagangan mewah yang menghubungkan pusat produksi di Syam dan Yaman dengan pasar utama Makkah dan Madinah.

Masyarakat kala itu memiliki keahlian teknis fermentasi tingkat tinggi, terbukti dari ragam jenis khamar yang beredar. Kaum bangsawan Yaman memiliki minuman prestisius bernama Al-Bit’ yang terbuat dari madu lebah yang diperam hingga berbuih masam. Sementara itu, masyarakat kelas menengah secara luas mengonsumsi Al-Mizr, hasil fermentasi serealia atau gandum yang dimasak dengan api.

Di wilayah perkebunan kurma seperti Madinah, Al-Fadikh menjadi primadona. Minuman ini berupa perasan kurma mengkal yang dihancurkan dan direndam air. Ada pula Al-Naqi’ yang memiliki rasa manis dominan sebelum memabukkan, terbuat dari rendaman kismis tanpa proses masak.

Untuk konsumsi harian, mereka meminum Al-Sakar dari kurma mentah segar yang dibiarkan mendidih alami. Sedangkan dalam pesta keramaian suku, Al-Ji’ah yang terbuat dari perahan gandum masam—sangat menyerupai bir modern—menjadi suguhan wajib.

Mengapa Tidak Dilarang Seketika?

Melihat gurita budaya dan ekonomi yang begitu mencengkeram, Islam menyadari penghapusan tradisi ini butuh strategi matang. Pendekatan tidak bisa hanya bersifat legalistik, melainkan harus menyentuh sisi psikologis.

Pelarangan total dalam satu waktu dipastikan memicu resistensi massal yang mengancam stabilitas dakwah di masa awal. Pendekatan represif yang mendadak jelas bukan cara kerja Islam.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Hukum Islam memilih jalur transformasi paradigma secara perlahan. Nilai-nilai lama didekonstruksi dan digantikan kesadaran baru tentang martabat manusia dan kesehatan intelektual. Tesis rekayasa sosial inilah yang kemudian membuktikan efektivitasnya.

Bagaimana persisnya Al-Qur’an mengeksekusi strategi social engineering ini lewat empat tahapan evolusi hukum? Kita akan bedah tuntas pada Seri 2.


Referensi Artikel:

  • HIKMAH PERADABAN ARAB PRA ISLAM (Segi Ekonomi, Sosial …)
  • Adat Bangsa Arab Jahiliyah (Bag. 1) – Muslimah.or.id
  • Kehidupan dan Perilaku Masyarakat Jahiliyah Arab Pra-Islam – detikcom
  • Minuman keras di Jazirah Arab – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  • BAB KEDUA KONSEP ARAK DAN ALKOHOL – Studentsrepo.um.edu.my

Disclaimer Redaksi Javasatu.com:
​Artikel opini berseri ini disusun dengan asistensi AI sebatas instrumen teknis kebahasaan. Redaksi Javasatu.com memegang kendali editorial penuh; seluruh substansi dan referensi telah diverifikasi secara faktual sesuai standar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Otoritas dan tanggung jawab mutlak tetap berada di tangan redaksi, bukan mesin.
​Pembaca diimbau menyikapi tulisan ini secara kritis dan bijak. Artikel ini adalah analisis jurnalistik berbasis sejarah dan sosiologi hukum Islam, bukan fatwa keagamaan. Jadikan opini ini sebagai pemantik dialektika sosial dalam menyikapi polemik di lapangan, sembari terus mendorong ketegasan penegak Perda dalam koridor hukum yang berlaku.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Opini

Comments 1

  1. Ping-balik: OPINI REDAKSI: Evolusi Hukum Empat Tahap: Strategi 'Social Engineering' Al-Qur'an (Seri 2) - Javasatu.com

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sarasehan Trisakti Bung Karno di Blitar Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Sejarah

Golf HUT ke-80 Bhayangkara Satukan Forkopimda Gresik

Wali Kota Malang Apresiasi Inovasi Kelurahan Tulusrejo

MUI Gresik Cetak Kader Dakwah hingga Tingkat Desa

PLN Peduli dan YBM PLN Santuni Anak Yatim di WAGOS Gresik

Ribuan Relawan SPPG PETA Blitar Raya Deklarasi Dukung MBG Tetap Berlanjut

UIBU Malang Lawan Bullying Lewat Game Interaktif, Calon Guru Dibekali Nilai Kebinekaan

Bakorwil Malang Dorong Pelestarian Budaya Lewat Film Empu Fanani

Haul Ponpes Zainal Abidin Bungah, Hidupkan Semangat Dakwah Lintas Generasi

Pengurus DMI Dukun Gresik Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pemberdayaan Umat

Prev Next

POPULER HARI INI

Temuan Kwitansi Rp50 Juta di Balik Kios Kosong Pasar Buah Karangploso

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Bakorwil Malang Dorong Pelestarian Budaya Lewat Film Empu Fanani

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

BERITA LAINNYA

Sarasehan Trisakti Bung Karno di Blitar Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Sejarah

Golf HUT ke-80 Bhayangkara Satukan Forkopimda Gresik

Wali Kota Malang Apresiasi Inovasi Kelurahan Tulusrejo

MUI Gresik Cetak Kader Dakwah hingga Tingkat Desa

PLN Peduli dan YBM PLN Santuni Anak Yatim di WAGOS Gresik

Ribuan Relawan SPPG PETA Blitar Raya Deklarasi Dukung MBG Tetap Berlanjut

UIBU Malang Lawan Bullying Lewat Game Interaktif, Calon Guru Dibekali Nilai Kebinekaan

Bakorwil Malang Dorong Pelestarian Budaya Lewat Film Empu Fanani

Haul Ponpes Zainal Abidin Bungah, Hidupkan Semangat Dakwah Lintas Generasi

Pengurus DMI Dukun Gresik Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pemberdayaan Umat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Temuan Kwitansi Rp50 Juta di Balik Kios Kosong Pasar Buah Karangploso

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved