email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 20 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Dewan Desak Gresik Migas Realisasikan SPBK Nelayan di Pulau Mengare

by Sudasir Al Ayyubi
26 Mei 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, Syahrul Munir terus mendesak Gresik Migas merealisasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus (SPBK) Nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Pertemuan DPRD Gresik bersama Gresik Migas dan Kades se-Mengare. (Foto: Istimewa)

Sebagai bentuk komitmennya, pada Rabu (25/5/2022) dewan termuda, Syahrul Munir mempertemukan langsung Direktur Gresik Migas dengan tiga Kepala Desa (Kades) Mengare Komplek dan Perwakilan Nelayan di Kantor Desa Kramat.

Namun sangat disayangkan, dalam pertemuan itu belum ada kepastian bahwa SPBK nelayan dibangun di wilayah Mengare. Sebabnya, ada beberapa kendala yang dianggap tidak memenuhi standar.

Salah satunya, akses jalan masuk ke wilayah Mengare tidak memungkinkan dilewati kendaraan besar. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif lokasi lain dijadikan tempat SPBK Nelayan.

“Kami terus mendorong adanya SPBK nelayan, supaya nelayan tidak kesulitan lagi mendapatkan solar,” ujar pria asal Tanggulrejo, Kecamatan Manyar tersebut.

Selama ini, Politisi PKB menganggap nelayan Mengare masih kesulitan mendapatkan solar subsidi. Mereka kerap tidak dilayani oleh pegawai SPBU dengan berbagai alasan. Padahal, solar menjadi kebutuhan primer bagi para nelayan.

“Selain nelayan, solar juga sangat dibutuhkan petani tambak Mengare,” ungkap Ketua Fraksi PKB tersebut.

Syahrul berharap, pemerintah komitmen memberikan perlindungan kepada nelayan sesuai Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.

Ditegaskan dia, apalagi pemerintah daerah sudah mendapatkan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Gresik beberapa waktu lalu.

“Pemerintah mempunyai kewajiban menjamin kesejahteraan nelayan. Makanya, SPBK nelayan harus terealisasi” tegas Syahrul.

Sementara itu, Direktur Utama Gresik Migas Habibullah menjelaskan, dalam pembentukan SPBK Nelayan ada mekanisme sendiri. Pemerintah daerah hanya memberikan rekomendasi pembentukan SPBK nelayan.

Kemudian kata pria yang kerap disapa Habib, persetujuannya menjadi kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Sedangkan yang menentukan lokasi adalah Pertamina selaku penyalur barang bersubsidi.

“Karena lokasinya harus strategis dan sesuai standar yang telah ditentukan” kata Habibullah menjelaskan kepada Kepala Desa Kramat, Watuagung dan Tajung Widoro di pertemuan itu.

Begitu juga dengan permintaan kuota solar subsidi, menurut Habib, semua berdasarkan rekomendasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik, kemudian yang menentukan adalah Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas di Jakarta.

BacaJuga :

Pelaku Pembacokan di Gresik Ditangkap di Malang Usai Kabur

ASN Gresik Dimudahkan Nabung Haji

Namun, lanjut Habib, yang terjadi selama ini berbeda. Kuota solar subsidi tersebut dititipkan kepada masing-masing SPBU. Sedangkan SPBU tidak mengkhususkan solar subsidi kepada nelayan saja. Sehingga yang mengambil tidak terbatas hingga kendaraan umum.

“Munculnya SPBK nelayan ini untuk memenuhi kuota sesuai kebutuhan para nelayan. Supaya tidak diambil oleh yang lain” jelas Habib.

Berdasarkan data DKP Kabupaten Gresik, perahu nelayan di Mengare berjumlah 902. Data tersebut menjadi acuan Gresik Migas untuk mengajukan permohonan melalui proposal kepada DKP Provinsi Jatim dan Pusat.

“Kalau jumlah nelayan semakin banyak ditambah petani tambak, kami minta kepala desa segera mendata kembali dan diajukan ke DKP Kabupaten Gresik. Supaya kami mendapat update data terbaru” tandasnya.

Kades Se-Mengare Minta Begini

Terkait hal tersebut, ketiga kepala desa se-Mengare berharap, pembentukan SPBK Nelayan dibangun di dekat akses masuk Mengare. Supaya, para nelayan dan petambak mudah mendapatkan solar subsidi.

“Kalau dibangun di kecamatan lain, kami yakin nelayan Mengare dan petani tambak akan kesulitan mendapatkan solar,” harap Kepala Desa Kramat, Taufik didampingi Kades Watuagung Zamrozi, dan Kades Tajung Widoro Mastain.

Bahkan, pihaknya bersama dua kades yang lain siap mencarikan lokasi yang dianggap strategis yang bisa dilewati kendaraan besar. Baik, melalui sistem sewa maupun dalam bentuk kerja sama yang lain.

“Kami sudah punya Bumdesma untuk mengelola SPBK Nelayan. Masalah kerja sama dengan pemilik lahan itu hanya teknis” tegasnya. (Bas/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa MengareDPRD GresikGresik MigasKecamatan BungahSPBK

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Barongsai Kota Malang Bidik Emas Porprov Jatim 2027, Simak Kisahnya di Podcast Mbois Sport

Malang Lites Ingin Tradisi Band Asuhan Perusahaan Hidup Lagi

Karya Warga Binaan Lapas Malang Curi Perhatian Pengunjung CFD Ijen

Mahasiswa KKN Unigres Edukasi Perlindungan Anak Sejak Dini di Desa Betiting

Kecanduan Judi Online, Pria di Malang Curi Emas Milik Tetangga

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kebebasan Pers

Setahun Berdiri, UMKM Perum Kota Damai Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Lulusan SMK Paling Diburu di Job Fair Gresik 2026, Disnaker Sediakan 3.145 Lowongan Kerja

Krisis Air Bersih di Desa Foli Dijawab TMMD dengan Pembangunan Sumur Bor

Prev Next

POPULER HARI INI

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

Pengamat: Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Berpotensi Lemahkan Independensi Penegak Hukum

Setahun Berdiri, UMKM Perum Kota Damai Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Muhammadiyah Gresik Siap Dampingi Guru yang Terseret Kasus Hukum

Mahasiswa KKN Unigres Edukasi Perlindungan Anak Sejak Dini di Desa Betiting

BERITA LAINNYA

Barongsai Kota Malang Bidik Emas Porprov Jatim 2027, Simak Kisahnya di Podcast Mbois Sport

Malang Lites Ingin Tradisi Band Asuhan Perusahaan Hidup Lagi

Karya Warga Binaan Lapas Malang Curi Perhatian Pengunjung CFD Ijen

Mahasiswa KKN Unigres Edukasi Perlindungan Anak Sejak Dini di Desa Betiting

Kecanduan Judi Online, Pria di Malang Curi Emas Milik Tetangga

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kebebasan Pers

Setahun Berdiri, UMKM Perum Kota Damai Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Lulusan SMK Paling Diburu di Job Fair Gresik 2026, Disnaker Sediakan 3.145 Lowongan Kerja

Krisis Air Bersih di Desa Foli Dijawab TMMD dengan Pembangunan Sumur Bor

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Tolak Pabrik Peleburan Logam, Camat Kebomas: Belum Ada Izin Operasional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Lycoz Angkat Tema ‘Loyalty is Luxury’ di Malang Fashion Runway 2026

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

SMPN 6 Kota Blitar Terapkan MPLS Ramah, Tegaskan Nol Perundungan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved